Loading color scheme

Kayu Hitam Eboni
Dilihat: 600

Bumi Sulawesi memang mempunyai keunikan alam tersendiri. Daerahnya yang punya karakter topografi curam banyak menyimpan kekayaan alam yang bernilai.  Salah satu emas hijau yang tumbuh di sulawesi adalah Kayu Hitam alias Kayu Eboni. Kayu eboni merupakan kayu mewah yang tumbuh secara endemik di Sulawesi.

Kayu eboni memiliki nama lokal kayu arang atau kayu Eboni, nama lokal lainnya yakni toe, nama di perbukitan Tambora-Kagila, Hulu Sungai Poso, Donggala, dan Manado. Nama lainnya di Manado adalah maito, ayoe maito dan togas. Kemudian nama lainya adalah limara (Luwu), sora (Malili dan Cerekang), ayu moitong (Parigi).Kayu eboni yang akan di bahas merupakan spesies Diospyros celebica Bakh, secara alami dijumpai di Sulawesi Tengah terutama di Parigi, Poso, Donggala, Sulawesi Selatan (Maros), Sulawesi Barat (Mamuju) dan Maluku. Kayu hitam ini sangat mahal dan langka, namun masa kejayaan kayu hitam ini mulai pudar karena stok pohon eboni di alam dapat dikatakan telah habis. Di bawah ini  merupakan gambar dari pohon eboni. Untuk lebih mengenal lebih dekat tentang kayu ini, berikut adalah ciri-ciri dari kayu eboni :

  • Kayu eboni berwarna coklat gelap, agak kehitaman, atau hitam berbelang-belang kemerahan.
  • Memiliki tekstur halus dan arah serat kayunya lurus atau sedikit berpadu.
  • Permukaan kayu eboni tergolong licin.

Kayu Eboni biasanya digunakan sebagai bahan meubel, patung, ukiran, hiasan dinding, alat musik, kipas dan kayu lapis mewah. Produk khas yang dihasilkan dan yang menjadi incaran pembeli adalah model perahu phinisi sulawesi berbagai ukuran. Selain itu aneka model jam dinding, gantungan kunci, patung-patung, frame, asbak, guci kayu dan masih banyak lainnya. Sementara di Jepang sebagai negara utama tujuan ekspor kayu eboni beranggapan bahwa apabila perabotan rumah tangganya berasal dari kayu eboni dapat meningkatkan status sosialnya. Di Sulawesi Tengah, pemasaran Eboni lebih dikenal dalam bentuk souvenir. Pemasaran terbesar souvenir berbahan baku eboni berada di kota Palu. Pusat pengrajin aneka souvenir berbahan baku Eboni terdapat di Poso. Di tempat inilah para pengrajin memproduksi berbagai kerajinan berbahan baku Eboni. Dari Ranononcu inilah produk souvenir disebar ke Palu untuk dipasarkan. Oleh pedagang di Palu, souvenir tadi disebar ke berbagai daerah di Indonesia diantaranya Jakarta, Surabaya, Makassar dan Kalimantan Timur. Karena memiliki kualitas yang mewah, permintaan pasar terhadap kayu eboni sangatlah tinggi meski harganya tergolong mahal. Konsekuensi dari tingginya harga jual dari kayu eboni baik dari dalam negeri maupun luar negeri mengakibatkan semakin maraknya illegal logging dan penyelundupan keluar negeri, kondisi seperti ini sangat dimungkinkan karena lemahnya pengawasan dan banyaknya oknum yang bermain dalam perdagangan ilegal komoditi ini, mengingat untung yang diperoleh cukup besar.

Leave your comments

Comments

We use cookies to improve our website and your experience when using it. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. To find out more about the cookies we use and how to delete them, see our privacy policy. By clicking "Agree" button, you accept cookies from this site and you give permission to use your personal data within the EU's General Data Protection Regulation (GDPR) To find out more about the cookies we use and how to delete them, see our privacy policy.

  I accept cookies from this site.
EU Cookie Directive plugin by www.channeldigital.co.uk