Loading color scheme

Batik Bomba Khas Palu
Dilihat: 198

Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batik yang khas. Di Palu, Sulawesi Tengah, terdapat pula batik khas palu bernama batik Bomba. Bomba berarti keterbukaan dan kebersamaan. Itulah sebabnya masyarakat Palu terbuka kepada siapa saja yang berkunjung. Tradisi batik dan tenun Bomba di Palu sudah ada jauh dari sebelumnya.

Tetapi dulu para orang tua di Palu membuat benang sutra yang kemudian ditenun dengan alat tenun tradisional hingga menjadi kain, lalu dibatik dengan bahan tinta yang berasal dari getah pepohonan menggunakan canting yang cetakannya dibuat dari kayu. Namun tidak banyak anak muda yang berminat menjad pengrajin batik Bomba, sehingga pada tahun 2008 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DKND) Sulawesi Tengah mendatangkan seorang instruktur dari Pekalongan, Jawa Tengah, untuk melatih sejumlah pemuda putus sekolah dan pengangguran. Mereka diajarkan cara menenun kain Bomba dan membatiknya dengan menggunakan alat tradisional. Melalui tangan terampil sekelompok pemuda itu, terciptalah banyak motif baru batik Bomba dan banyak pula bermunculan pengrajin baru. Namun kurun dua tahun kemudian, tepatnya pada 2010 hingga saat ini, pengrajin yang dulunya banyak, mulai berhenti memproduksi. 

Alasan paling mendasar, karena mendapatkan bahan baku semakin mahal dan sulit. Pasalnya, untuk mendatangkan bahan baku pengrajin mengaku butuh waktu dua minggu dan harus mengeluarkan biaya mahal karena hanya bisa memesan di Pulau Jawa. Menurut Asosiasi Batik Bomba (ABB) Sulteng, saat ini pengrajin yang masih aktif berproduksi hanya tinggal belasan orang. Ratusan lainnya sudah gulung tikar. Kendati demikian, nama batik Bomba sudah dikenal peminat batik di luar Sulteng yang rela untuk datang membeli ke Palu. Batik Bomba juga sudah menjadi batik wajib yang harus dikenakan oleh seluruh pegawai pemerintahan yang ada di Palu, setiap hari Kamis.

Leave your comments

Comments

Load More

We use cookies to improve our website and your experience when using it. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. To find out more about the cookies we use and how to delete them, see our privacy policy. By clicking "Agree" button, you accept cookies from this site and you give permission to use your personal data within the EU's General Data Protection Regulation (GDPR) To find out more about the cookies we use and how to delete them, see our privacy policy.

  I accept cookies from this site.
EU Cookie Directive plugin by www.channeldigital.co.uk